Studi Literatur : Therapeutic Hypitherma pada Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia

Sari, Fitri Permata (2021) Studi Literatur : Therapeutic Hypitherma pada Bayi Baru Lahir dengan Asfiksia. Prosiding Diseminasi Hasil Penelitian Dosen Program Studi Keperawatan dan Farmasi Volume 3 Nomor 2 Bulan September Tahun 2021, 3 (2). ISSN 2338 - 4514

[img] Text
Artikel 13 Pages from Prosiding Vol 3 no 2 Sept 2021.pdf

Download (237kB)

Abstract

Keadaan asfiksia dapat menyebabkan ketidakseimbangan suhu tubuh sehingga terjadi hipotermia. Hipotermia dapat terjadi karena janin kekurangan oksigen dan kadar karbondioksida meningkat sehingga suplai oksigen dalam darah menurun yang menyebabkan resiko ketidakseimbangan suhu tubuh (hipotermia). Hipotermia tersebut dapat menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya metabolik anaerob, meningkatkan kebutuhan oksigen dan mengakibatkan hipoksemia. kelainan klinis yang lain akibat asfiksia yaitu adanya cidera akut pada otak yang disebut dengan Hypoxic Ischaemic Encephalopathy (HIE). Untuk mengurangi angka kematian neonatus akibat hipoksia iskemia perinatal, tindakan perlu diinisiasi sebelum usia 6 jam pada neonatus usia gestasi = 36 0/7 minggu, kurang dari 6 jam dan sesuai dengan kriteria diagnostik ensefalopati hipoksia-iskemia sedang sampai berat (Gilberta, 2020). Metode studi ini merupakan studi literatur yang mencoba menggali mengenai penatalaksanaan asfiksia pada bayi dengan terapi hipotermia untuk mengurangi cacat atau kematian. Hasil: Terapeutik Hipotermia (TH) merupakan salah satu intervensi standar yang bersifat neuroprotektif yang efektif dan aman serta diindikasikan untuk neonatus dengan hypoxic ischaemic encephalopathy (HIE) sedang-berat yang timbul akibat asfiksia neonatorum. 6 jam pertama merupakan fase penting dimana perawatan melibatkan tahapan yang berbeda dari lahir hingga terapi hipotermi dimulai. Penulis menemukan bahwa terapeutik hipotermia yaitu dengan kasur pendingin (PCM) efektif pada bayi dengan HIE. Hipotermia terapeutik efektif dan aman sebagai pengobatan untuk ensefalopati neonatal yang disebabkan oleh asfiksia lahir dengan metode bahan pengubah fase yaitu PhaseChanging Materials (PCM). Keunggulan dari PCM itu sendiri adalah PCM tidak memerlukan listrik, aman bagi manusia, berbiaya rendah, dapat digunakan kembali hampir tak terbatas, memberikan suhu pendinginan yang lebih stabil

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: Asfiksia, Terapi, Hipotermia
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Divisions: LPPM > Prosiding
Depositing User: Administrator Eprints
Date Deposited: 13 Jan 2022 02:13
Last Modified: 13 Jan 2022 02:13
URI: http://eprints.stikes-notokusumo.ac.id/id/eprint/95

Actions (login required)

View Item View Item